Pelajar
Pelajar

Kurikulum yang Memerdekakan Membawah Dampak Krisis Pembelajaran dan Harapan

Pelajar
Pelajar

Pendidikan di Indonesia secara global masih jauh berbeda dibanding dengan negara-negara lain, di lihat dari hasil riset tingkat global kompetensi siswa di Indonesia berada dilevel  bawah.

OECD pada tahun 2018 melakukan Survei Programme for International Student Assessment (PISA), dengan hasil menyatakan bawah kemampuan anak di Indonesia dalam membaca berada di level minimum, menghitung 71 persen dan dalam sains 60 persen.

Ditambah lagi dengan persoalan akibat pandemi Covid-19 selama 2-3 hari , sehingga membuat krisis pembelajaran menjadi hilang dan minat serta antusias anak untuk belajar semakin kurang.

Ditengah berbagai persoalan tersebut, dicari solusi dengan adanya perubahan yang di lakukan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim mengubah kurikulum belajar menjadi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar pada 11 Februari 2022.

Dengan tujuan lewat Kurikulum Merdeka ini guru-guru bisa dengan leluasa memilih berbagai perangkat belajar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat dari para pelajar tersebut secara kreatif. Karena Kurikulum Merdeka menggunakan metode pembelajaran intrakulukuler yang beragam.

Untuk Jejang SMA/MA tidak harus memlih jurusan IPA/IPS/Bahasa, tetapi di berikan kebebasan untuk memilih juga menentukan kombinasi mata pelajaran menyesuaikan dengan bakat, minat dan aspirasinya, sehingga para pelajaran tersebut lebih interaktif dan antusias dengan proses belajar.

 

sumber : https://yoursay.suara.com/kolom/2022/02/20/130535/krisis-pembelajaran-dan-harapan-dari-kurikulum-yang-memerdekakan

About news publisher

Check Also

4 Siswa Raih Medali di Olimpiade Biologi Dunia 2023, Dari Sekolah Mana?

4 siswa mempersembahkan medali bagi Indonesia di olimpiade biologi yang digelar di Emirat Arab. JAKARTA …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *